Saturday, 20 April 2013

Ma Brother :)

Obrolan malam hari bersama Ibu, di ranjang.
"Kakakmu itu sayang banget dengan kamu nok. Kalau ibu tinggal kamu di ranjang saat kau tertidur pulas dia mau jaga di tepi ranjang tanpa ibu perintah." kata Ibu
Terima kasih ya Allah, Engkau telah ciptakanku dari rahim seorang Ibu yang hebat, lahir setelah Kakak yang amat menyayangiku, dan atas ijin-Mu aku lahir atas kerja keras Ayah.
Ibu, Ayah, Kakak, Aku....


Jalan-jalan cuuuyyy...
Keraton Ngayogyakarto- Museum Kereta- Tamansari...
HappyWeekend..
:)

Kebaikan Dari Pisang | Tango Wafer Renyah

Kebaikan Dari Pisang | Tango Wafer Renyah

Friday, 19 April 2013

my short story



SI BERUANG
Tahu nggak rasanya sekujur tubuh diselimuti aura negatif dan aura itu nggak bisa menemukan pintu bertuliskan “Exit”, rasanya itu kayak dasar laut ada lubang yang detik demi detik semakin melebar dan menguras air laut, sehingga laut kering keronta.

Perasaan gundah gulanaku muncul bermula dari pertemuan kita. Aku, Dion, dan Naya.
“Dion, kamu masih ingat dengan Naya nggak?” tanyaku pada Kekasihku setelah pesan singkat ku baca dari Naya.
“Naya? Dia itu temanmu sewaktu SMP kan? Kalau Naya yang aku fikirkan sama dengan yang kamu maksud aku ingat Beb.” Jawabnya. “Emang kenapa sih?” sambung Dion.
“Dia ngajak aku ketemuan malam ini.” Jelasku. “kamu mau nggk nemenin aku ketemuan dengan dia, katanya sih mau reunian setelah tiga tahun nggak ketemu.” Pintaku dengan muka memohon.
Tepat pukul  dua siang kami ketemuan di Metro Plaza. Dari pintu masuk harum khas Naya udah kecium. Dia bersama dua temannya menghampiri aku dan Dion  di Coffee Shop.
“Hai Bebby, aku kangen banget sama kamu.” Dengan suara lantang dia memanggil namaku dan memelukku. “Apa kabar kamu? Oh iya, kamu Dion ya? Awet banget ya kamu dengan Bebby.” Naya merespon keberadaan Dion di sampingku.
“Iya Nay, aku Dion masa pangling sih dengan aku.” Dion merespon balik tegur Naya. “Nay, kamu beda  banget sekarang, dulu kan kamu....” Mata Dion menatap Naya dengan  senyum sembari melebarkan tangannya.
“Kamu mau bilang kalau aku dulu kayak beruang sekarang kaya barbie, gitu? Jahat banget sih kamu. Satu tahun aku diet ketat,  mencengangkan kan hasilnya?” Naya berputar-putar memamerkan tubuh gitar Spanyolnya.
Lima menit berlalu, mereka menyadari aku berada di samping Dion dengan muka sedikit mendung. Suasana kafe saat itu seperti neraka bagiku. Melihat tingkahnya yang seperti “artis kemarin sore”. Ku pastikan pertemuan itu bukan hal yang menyenangkan.
“Nay, aku pamit pulang dulu ya. Jam tiga sore ini aku ada pemotretan di studio. Makasih ya, kamu udah mau aku ajak ketemuan.” Naya pamit setelah cipika-cipiki dia menghilang.
Pertemuan lima belas menit itu hambar. Dia bukan Naya (si beruang unyu) yang suka aku cubitin. Kini dia malaikat bersayap hitam.
“Naya kenapa bisa berubah drastis gitu ya Beb?” tanya Dion. “Tahu ah, kenapa suka sama Naya yang sekarang? Cantik, sexy, langsing, model pula. Sedangkan aku, aku masih “si beruang”.” Jawabku ketus.
Dion menepikan mobil ke pinggir jalan, dia meraih tanganku dan langsung memelukku. “sayang, kamu “si beruang manis” yang membuat cinta dan kasih sayangku menjadi nyata. Yang jelas kamu bukan khayalanku selama lima tahun ini.” Lalu Dion mencium keningku.
Dion meyakinkanku kalau “si beruang manis” ini cinta dan kasih sayangnya yang nyata dengan memintaku kepada kedua orang tuaku untuk menjadi kekasih seumur hidupnya.

 by: E.L.W

Thursday, 11 April 2013

desain

rencananya sih gini.. tinggal disatuin dengan gambar baju.. :D
semoga berhasil..
yeeeyyy..
\m/

Saturday, 6 April 2013

it's my new blog

Ok, ini saatnya aku berselancar ke dunia maya yang ada di sisi lain..
Berbagi dengan dunia luar..
Enjoy...
:)